The Ivy Lee Method, Teknik Produktivitas Sederhana untuk Fokus Maksimal

etickr.com – The Ivy Lee Method adalah salah satu teknik produktivitas paling sederhana namun sangat efektif yang pernah ada. Metode ini dikembangkan pada tahun 1918 oleh Ivy Ledbetter Lee, seorang konsultan produktivitas dan pionir public relations. Hingga kini (termasuk di tahun 2026), metode ini masih direkomendasikan oleh para ahli seperti James Clear (penulis Atomic Habits) dan banyak profesional karena keampuhannya dalam mengatasi decision fatigue dan multitasking yang tidak perlu.

Cerita asalnya sangat legendaris: Charles M. Schwab, presiden Bethlehem Steel Corporation (salah satu orang terkaya saat itu), meminta Ivy Lee untuk meningkatkan efisiensi timnya. Lee hanya meminta 15 menit dengan setiap eksekutif, mengajarkan metode ini, dan berkata, “Tidak ada biaya kecuali jika berhasil. Setelah 3 bulan, kirimkan cek seberapa nilainya menurut Anda.” Hasilnya? Schwab mengirim cek senilai $25.000 (setara sekitar $400.000–$500.000 di masa kini) karena produktivitas perusahaan melonjak drastis!

Bagaimana Cara Kerja The Ivy Lee Method?

Metodenya sangat simpel, hanya butuh 5–15 menit setiap akhir hari kerja:

  1. Di akhir hari kerja, tuliskan 6 tugas terpenting yang harus diselesaikan besok.
  2. Urutkan dari yang paling penting hingga paling tidak penting.
  3. Besok pagi, fokus kerjakan satu per satu sesuai urutan—jangan pindah ke tugas berikutnya sebelum yang sekarang selesai.
  4. Jika ada tugas yang belum selesai, pindahkan ke daftar besok sebagai prioritas utama.
  5. Ulangi proses ini setiap hari kerja.

Intinya: batasi diri hanya pada 6 tugas, prioritaskan yang benar-benar penting, dan kerjakan secara sequential (berurutan).

Mengapa Metode Ini Begitu Efektif?

  • Mengurangi keputusan di pagi hari → Anda sudah tahu apa yang harus dikerjakan pertama kali, sehingga menghilangkan procrastination.
  • Memaksa fokus pada yang penting → Membatasi hanya 6 tugas mencegah daftar panjang yang overwhelming.
  • Mendorong single-tasking → Bekerja satu per satu meningkatkan kualitas dan kecepatan penyelesaian.
  • Membangun momentum → Menyelesaikan tugas pertama memberikan rasa pencapaian yang kuat.
  • Sederhana dan sustainable → Tidak butuh app mahal atau sistem rumit, cukup kertas dan pena.

Banyak pengguna di Reddit dan komunitas produktivitas 2024–2025 melaporkan: “Saya menyelesaikan lebih banyak tanpa merasa overworked, dan stres berkurang drastis.”

Contoh Penggunaan di Kehidupan Nyata (2026)

  • Freelancer:
    1. Selesaikan draft artikel klien A
    2. Revisi proposal proyek baru
    3. Balas email penting (max 30 menit)
    4. Riset konten minggu depan
    5. Update spreadsheet keuangan
    6. Review kontrak klien B
  • Project Manager: Prioritaskan milestone sprint, review progress tim, lalu tugas administratif.

Tips Agar Lebih Maksimal di Era Digital

  • Gunakan notebook fisik (seperti Ivy Lee Method Notebook di Amazon) untuk rasa lebih “committed”.
  • Kombinasikan dengan time blocking: Sisihkan slot waktu khusus untuk setiap tugas.
  • Jika 6 terlalu banyak/banyak, sesuaikan jadi 3–5, tapi jangan lebih dari 6.
  • Review mingguan: Lihat tugas yang sering tertunda → itu sinyal prioritas salah atau tugasnya terlalu besar.
  • Hindari multitasking: Matikan notifikasi saat mengerjakan tugas pertama.

Kekurangan & Solusinya

  • Jika tugas terlalu besar → pecah menjadi sub-tugas kecil tapi tetap dalam 6 slot.
  • Hari mendadak sibuk → tetap prioritaskan 6, sisanya ditunda.
  • Cocok untuk rutinitas kerja, kurang ideal untuk pekerjaan sangat unpredictable (tapi masih bisa digunakan untuk tugas inti).

Di tahun 2026, saat kita dikelilingi AI, app, dan notifikasi, The Ivy Lee Method justru terasa segar karena mengembalikan kontrol ke manusia: fokus pada sedikit hal penting, kerjakan dengan sungguh-sungguh. Coba terapkan selama seminggu—kemungkinan besar Anda akan ketagihan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *